Beranda > MOTIVASION > Karakter Gelas Kaca

Karakter Gelas Kaca

Kita semua pasti pernah melihat gelas kaca, kan.
Nah, dari karakter/sifat sebuah gelas kaca, kita
bisa memperoleh beberapa saran yang baik buat
kita jalani dalam kehidupan ini…
Nilai Kekosongan Gelas
Gelas mempunyai bagian yang kosong sehingga
bisa diisi dengan air. Bila gelas yang sudah penuh
air, diisi air lagi, tentunya air akan tumpah keluar.
Orang yang menganggap dirinya paling benar
dan merasa paling hebat/pandai (sudah penuh),
biasanya tidak bisa menerima saran dan kritik dari
orang lain. Dia juga tidak terbuka terhadap ilmu
pengetahuan dan teknologi baru (tidak fleksibel),
akibatnya ia sulit untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, juga sulit untuk maju dan
berkembang. Sebaliknya, orang yang rendah hati
ibarat mengisi air ke dalam gelas, tetapi tidak
penuh-penuh. Air berapa banyak pun bisa terus
masuk ke dalam gelas. Begitulah orang yang
rendah hati, berapa banyak pun pengetahuan bisa
dia terima, dan dia tidak menjadi sombong
karenanya.
Setengah Penuh = Setengah Kosong
Sebenarnya setengah penuh dan setengah
kosong itu sama saja, hanya berbeda dari sudut
pandangan. Dalam kehidupan ini, kita jangan
terus memikirkan atau berfokus pada apa yang
tidak kita miliki / kelemahan kita (bagian yang
kosong), tetapi lihatlah sisi positif / kelebihan
(bagian yang penuh) dari diri kita. Kita jangan
menjadi rendah diri dan tidak percaya diri karena
apa yang tidak kita miliki. Dengan usaha yang
keras kita bisa mencapai tujuan kita. Percayalah
bahwa setiap orang mempunyai bakat dan
potensi yang bila dikembangkan, bisa berguna
bagi diri sendiri dan orang lain. Cari taulah semua
itu. Dalam proses siu Tao juga demikian. Jangan
terus meminta kepada Shen atas apa yang tidak
kita miliki, tetapi berterima kasih dan bersyukurlah
atas apa yang telah kita miliki. Ketidakpuasan
hanya akan merusak proses siu Tao kita. Jadi,
jangan melihat gelas sebagai setengah kosong,
tetapi lihatlah sebagai setengah penuh ….
Pembiasan Benda di Dalam Gelas Berisi Air
Pernahkah kamu melihat peristiwa pembiasan
seperti yang tertulis di atas? Jika belum, cobalah
masukkan sebuah pensil ke dalam gelas berisi air,
lalu lihat pensil itu dari sisi samping di luar gelas,
apa yang terjadi? Ya, pensil kelihatan bengkok/
patah, inilah yang disebut pembiasan. Nah, dalam
kehidupan ini kita sebaiknya bisa bersikap fleksibel
dan selektif terhadap segala hal. Kita janganlah
bersikap terlalu kaku, tetapi sebaiknya bersikap
peka terhadap perubahan situasi yang terjadi. Kita
harus bisa “membias“ atau melakukan
perubahan, bila hal itu memang adalah pilihan
yang terbaik.
Gelas Kaca itu Bening
Melalui gelas kaca yang bening, kita dapat melihat
isi di dalamnya dengan jelas. Begitu pula dengan
pikiran dan hati yang bersih, kita dapat melihat
kebenaran atau membedakan/menentukan mana
yang baik dan mana yang salah. Kita juga
menjadi bisa mengatasi masalah yang muncul
dengan hati dan pikiran yang bersih.
Gelas kaca bisa pecah
Memecahkan gelas kaca lebih mudah daripada
mempertahankannya agar tidak pecah. Bila gelas
kaca sudah pecah, sulit untuk menyatukannya
kembali, tetapi bila memang bisa disatukan, maka
masih akan ada bekas retakannya. Begitu pula
dengan nama baik yang kita miliki.
Menghancurkan nama baik itu mudah. Bila kita
berbuat jahat/merugikan orang lain, nama baik
kita akan rusak, dan bila kita berulang-ulang
melakukan perbuatan yang jahat, maka nama
baik akan hancur. Tiada lagi yang percaya dan
mau berteman dengan kita. Sangat sulit untuk
memperbaiki nama baik yang sudah hancur.

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.